Kamis, 07 Februari 2013

LAPORAN WORKSOP PKG dan PKB


LAPORAN HASIL KEGIATAN
WORKSHOP
Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR


BAB  I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Kualitas pembelajaran yang terjadi di sekolah merupakan pusat perhatian dalam kegiatan pendidikan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, seorang kepala sekolah harus memiliki dimensi Kompetensi Manajerial dan Supervisi terkait dengan kemampuan mengelola:
(1)  Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi pembelajar yang efektif
(2) Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik,
(3)  Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal,
(4) Mengelola hubungan sekolah dengan masyarakat dalam rangka dukungan, ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah,
(5) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
(6)  Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah.
(7)  Melakukan Supervisi Kelas untuk mengembangkan kualitas layanan Pendidikan.
Seorang Kepala Sekolah harus memiliki peranan yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah dituntut mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah (Mulyasa, 2005).
Manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan karena manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar dan proses pembelajaran.
Melalui Supervisi kelas seorang Kepal Sekolah akan mengetahui kemampuan dan kelemahan guru yang berhububgan dengan Kompetensi yang harus dimiliki dalam rangka Pelaksanaan Proses Pembelajaran di kelas
Supervisi harus dilakukan terus menerus yang kemudian akan bisa menggambarkan kondisi dan kemampuan yang dimiliki oleh guru tersebut. Gambaran tersebut dapat dituangkan dalam bentuk Profil Evaluasi Diri Guru (EGD).
Demikian juga sebagai seorang Guru harus mempunyai cara dalam mengemas pengalaman belajar yang dirancangnya. Peran seorang guru dalam Pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu (Williams, 1976:116).
Oleh sebab itu, profesi guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi  dan tugas  yang  melekat pada  jabatan  fungsional  guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan  PENILAIAN KINERJA GURU yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.
Pelaksanaan PENILAIAN KINERJA GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya penilaian kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Selain hal tersebut penilaian kinerja guru juga untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.
Hasil penilaian kinerja guru dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Hasil penilaian kinerja guru juga merupakan dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan ”insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi” lebih cepat direalisasikan.
Memperhatikan kondisi jabatan guru sebagai profesi dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan profesi guru maka diperlukan pedoman pelaksanaan penilaian kinerja   guru yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, bagaimana dan oleh siapa penilaian kinerja   guru dilaksanakan. Penyusunan pedoman ini mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya sebagai acuan pelaksanaan  penilaian kinerja  guru di sekolah untuk mempermudah proses penilaian kinerja guru.

B.       DASAR HUKUM
1.      Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pemdidikan Nasional,
2.      Undang-Undang Nomer 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen,
3.    Permendiknas Nomer 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru,
4.      PP Nomer 74 Tahun 2008 Tentang Guru
5.      Permendiknas Nomer 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Konselor,
6.      Permenagpan dan RB Nomer 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Jabatan Guru dan Angka Kriditnya,
7.      Permendiknas Nomer 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
8.    Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomer : 03/V/PB/2010 dan Nomer 14 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Anka Kriditnya,
9.  Peraturan Negara Pendidikan Nasional Nomer 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kriditnya,

C.      TUJUAN
Kegiatan ini bertujuan untuk :
1.  Meningkatkan Pemahan Peserta dalam mengenal berbagai Peraturan dan Kebijakan yang berkaitan dengan Pembinaan dan Peningkatan Keprofesionalitas Guru
2.      Meningkatkan Pemahaman Peserta tentang Mekanisme dan Prosedur Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
3. Meningkatkan Ketrampilan peserta dalam melaksanakan Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
4.  Dapat mentransfer secara efektif pemahaman tentang mekanisme dan prosedur Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan kepada Calon Penilai Kinerja Guru
5.      Dapat melakukan pelatihan Penilaian Kinerja Guru secara Efektif
6.      Mengetahui Permasalahan Umum yang dihadapi Penilai dan mampu memberikan Solusi

D.      HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapkan pada Kegiatan ini adalah :
1.      Tersosialisasikannya Permeneg PAN dan RB Nomer 16 Tahun 2009,
2.      Tersosialisasikannya Permendiknas Nomer 35 Tahun 2010,
3.      Meningkatnya Kopetensi Pelatih dalam menyampaikan materi proses Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Berkelanjutan,


BAB  II
PELAKSANAAN WORKSHOP

            BAB  III
            HASIL WORKSHOP
          Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan melalui program belajar mandiri yang terdiri dari : Tugasa Mandiri, Game Kegiatan PKG dan PKB serta Evaluasi.
             
materi dapat diunduh dibawah ini :

1. BAHAN PESERTA
2. BUKU 1 PKB dan BUKU 2 PK GURU 
3. DASAR HUKUM


4. PAPARAN PKG & PKB
5. PENILAIAN TUGAS TAMBAHAN  
6. PUZLE KUIS PKG dan PKB


 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar