Sabtu, 09 Maret 2013

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU dan CONTOH MODEL PEMBELAJARAN SAL


MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

Siswa adalah sebagai pembelajar utama. Kurikulum 2013 terancam gagal jika tidak mampu memberikan perubahan moral, kultural, dan pedagogis. Ketiganya bisa lebih baik jika konsep pembelajaran terhadap siswa harus berubah, Begitupun dengan seluruh metode dan strategi pengajaran serta sistem evaluasi.

Siswa adalah individu yang harus dihargai keberadaannya sebagai individu karena mereka adalah pembelajar utama dalam pendidikan. Merekalah pelaku utama dalam pendidikan. Siswa adalah subyek yang belajar. Tugas pendidik adalah menumbuhkan gairah belajar dalam diri siswa.

Siswa selama ini dianggap semacam gelas kosong yang harus diisi dengan ilmu. Kultur belajar yang terjadi selama ini tidak otentik, melainkan mengikuti apa yang dimaui guru, baik dalam pembuatan tugas maupun ulangan.

siswa semesti diajak untuk berpikir yang berbeda dari sebelumnya. Ia belajar bukan karena permintaan guru atau pertanyaan guru, melainkan ia belajar sesuatu karena ingin mendalami ilmu itu dengan lebih baik yang akan berguna bagi hidupnya di masa sekarang dan yang akan datang. Siswa adalah pelaku aktif dalam proses belajar.

Guru bukan lagi merupakan pemonopoli ilmu pengetahuan, melainkan menjadi fasilitator pembelajaran bermakna bagi siswa. Pembelajaran bukan lagi sebuah proses yang terjadi secara statis. Guru memberikan kesempatan dan ruang bagi siswa untuk mendalami, belajar dari pengalaman, mengeksplorasi tema-tema tertentu sehingga ilmu yang mereka dapatkan akan semakin utuh dan lengkap.

Guru menjadi pendesain ruang-ruang, memancing tanya, serta membuka wawasan siswa agar berani memasuki dunia eksplorasi dan penjelajahan ilmu pengetahuan secara efektif. Hanya dengan kebebasan berpikir, bertindak dalam diri pendidik dan siswa inilah dapat lahirlah mereka insan bertanggung jawab atas anugerah ilmu pengetahuan yang telah ia terima dari Sang Pencipta.

Guru harus mampu mendesain Model Pembelajaran. Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3).
 

Tantangan pendidikan ke depan memang tidak ringan. Pembaruan kurikulum merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi perubahan zaman tersebut. Namun, pembaruan kurikulum tidak akan efektif ketika dimensi kultural yang mempengaruhi 
cara guru dan siswa berpikir dan melakukan pendidikan juga tidak diubah.

Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu (Williams, 1976:116).

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT ACTIVE LEARNING

A. Teknik Tru or False
Prosedur:
1.    Guru membuat pernyataan isi dan pernyataan tersebut benar dan salah
2.    Guru membagi siswa tersebut sesuai dengan jumlah siswa
3.    Siswa diminta untuk menentukan kertas yang diterimanya itu benar atau salah
4.    Kemudian membentuk kelompok besar yang terdiri dari kelompok benar dan salah
5.    Kemudian pernyataan yang dibawa dibacakan apakah benar siswa tersebut termasuk dalam kelompok benar salah.

B. College Ball (Permainan Bola Guling)
Prosedurnya:
1.   Kelompokkan peserta didik ke dalam tim yang terdiri dari 3 atau 4 orang. Masing-masing tim dimohon memilih nama misalnya sebuah tim sepak bola nasional.
2.   Berilah setiap peserta didik kartu indeks. Peserta didik memegang kartunya untuk menunjukkan bahwa mereka menginginkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan.
Format permainan adalah undian: Setiap kelompok menyampaikan pertanyaan, setiap anggota tim dapat menunjukkan keinginan untuk menjawab.
Keterangan    :  Dalam hal ini, peserta didik dapat juga menyampaikan sebuah pertanyaan untuk dijawab anggota tim yang lain namun untuk taraf siswa SD lebih baik guru yang menyampaikan pertanyaannya agar pembelajaran lebih terarah.
3.   Jelaskan aturan-aturan berikut ini:
a.   Untuk menjawab pertanyaan angkat kartumu
b.   Kamu dapat mengangkat kartumu sebelum pertanyaan secara penuh disampaikan jika kamu merasa mengetahui jawabannya.
4.   Untuk setiap respon anggota yang benar, akan diberikan skor satu point dan dituliskan pada papan tulis. Ketika seseorang menjawab dengan salah, tim yang lain dapat menjawabnya (mereka dapat mendengarkan seluruh pertanyaan jika tim lain menginterupsi bacaan)
5.   Setelah semua pertanyaan dilontarkan, hitunglah skor keseluruhan dan umumkan pemenangnya.
6.   Berdasarkan respon atas permainan, lakukan peninjauan ulang materi yang tidak jelas atau yang memerlukan penguatan kembali.

C. The Great Wind Blows
Prosedur:
1.   Aturlah sebuah lingkaran kursi
2.   Beritahukanlah kepada siswa, jika mereka sepakat dengan pernyataan anda, maka mereka harus pindah kursi.
3.   Berdiri ditengah-tengah lingkaran kursi dan katakana : “Nama saya …… dan The Great Wind Blows bagi setiap orang  …..”. Pilihlah sebuah akhir/tujuan yang mengikuti akan diterapkan kepada hampir setiap orang dikelas, seperti “menyukai mobil”.
4.   JIka ada orang yang menyukainya maka dia berdiri dan berlari ke kursi lain yang kosong. Siswa yang tidak mempunyai tempat duduk dia yang akan menggantikan kamu di tengah lingkaran.
5.   Lalu siswa tersebut akan melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan.
6.   Mainkan permainan tersebut sesering mungkin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar